Detail Cantuman Kembali

XML

studi pendahuluan tentang pengaruh lama perendaman dalam ekstrak kedelai hitam (Glycine max) terhadap reduksi urea dalam pembuatan sosis ikan hiu (Carcharhinus sp.)


Ikan hiu merupakan salah satu komoditi perikanan yang serba guna karena hatinya mengandung vitamin A dosis tinggi dan senyawa skualen 71-95 %, kulitnya dapat disamak dan sangat baik untuk bahan tas, sepatu, jaket dan peralatan dari kulit lainnya, giginya setelah diolah akan menjadi bahan perhiasan, isi perutnya (usus) dapat dijadikan sarung tangan dan mengandung bahan untuk pembuatan insulin. Tulang ikan hiu dapat digunakan sebagai bahan baku perekat, bahan baku pembuatan pupuk dan chondroitin. Berdasarkan penelitian secara klinis, tulang rawan hiu juga dinyatakan mampu mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel tumor, membantu mengurangi rasa sakit, memperkuat dan menjaga fungsi tulang, menjaga kesehatan dan fasilitas tubuh serta menghindari kelainan tulang belakang yang bengkok. Dalam penelitian ini telah dilakukan tiga macam perlakkuan lama perendaman daging ikan hiu dalam ekstrak kedelai hitam, yaitu perendaman 30 menit (A1), perendaman 60 menit (A2) dan perendaman 90 menit (A3). Perbandingan volume larutan ekstrak kedelai hitam dengan daging hiu pada tiap-tiap larutan tersebut adalah 1 : 4. Setelah mengalami perendaman, daging ikan hiu dibuat sosis. Pengamatan dilakukan untuk menentukan perlakuan lama perendaman dalam ekstrak kedelai hitam yang paling optimal sehingga dapat mereduksi kandungan urea secara maksimal dalam pembuatan sosis ikan hiu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisis menggunakan Analisis Varians yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil dan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung digunakan analisa regresi. Hasil parameter uji yang ada dengan perlakuan perendaman dalam ekstrak kedelai hitam menghasilkan kadar urea daging berkisar antara 38,13 - 77,37 mg%, kadar urea sosis berkisar antara 35,51 - 73,65 mg%. Kadar TVB daging berkisar antara 232 - 485 mgN/100 gr daging, kadar TVB sosis berkisar antara 384 - 632 mgN/100 gr daging. Sedangkan kadar protein sosis mencapai 16,78 %; lemak 2,84 %; kadar air 65,23 %; dan nilai aw 0,8783. Dari hasil analisis statistik anova, perendaman dalam ekstrak kedelai hitam memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kadar urea dan kadar TVB sosis. Dan berdasarkan uji organoleptik memberikan pengaruh nyata terhadap rupa dan rasa sosis ikan hiu dan memberikan pengaruh tidak beda nyata terhadap tekstur dan bau sosis ikan hiu. Berdasarkan hasil uji organoleptik pada umumnya panelis kurang menyukai sosis ikan hiu yang telah direndam dalam ekstrak kedelai hitam masih adanya urea dalam sosis dan memiliki rupa yang kurang menarik.
Nitya Anindita - Personal Name
Yahya - Personal Name
Giman Gilmawan - Personal Name
625.04.00 Nit s
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2004
Surabaya
vi, 61 p. : ill. ; 29 cm.
LOADING LIST...
LOADING LIST...